Fakta Hancurnya Uang Kertas Tidak Bernilai | Part 2

[ Part 2 ] Bila belum membaca Part 1 klik disini . Maksud nilai mengambang dari uang kertas adalah nilai mata uang bisa berubah ubah sesuai dengan sebab sebab dimana membuat nilai uang kertas tinggi atau turun. Lalu sebab sebab apa saja yang membuat nilai mata uang bernilai tinggi atau rendah. Sebab sebab dibawah ini hanyalah faktor penentu paling besar yang mempengaruhi nilai mata uang kertas sebuah negara.



1. Kebijakan Pemerintah

Kebijakan pemerintah juga menjadi salah satu faktor menguatnya mata uang kertas atau bisa menurunya nilai uang kertas, salah satu bentuk kebijakanya adalah Pengurangan pajak, Meningkatkan kerja sama luar negeri. itu adalah sisi positif dari menguatnya nilai mata uang.

Menerbitkan surat hutang negara, Uang masyarakat akan dikumpulkan sebagai biaya pembangunan negara tetapi disaat itu juga uang kertas akan menjadi berkurang peredaranya sehingga mata uang kertas akan menguat. dan masih banyak lagi tentang kebijakan pemerintahan. 

2. Impor Ekspor

Melakukan kegiatan impor atau ekspor juga menjadi salah satu bentuk perubahan nilai mata uang kertas terhadap uang kertas asing lainya, perubahan ini juga bisa mengakibatkan kondisi perekonomian sebuah negara, Semakin import lebih besar dari pada ekspor maka nilai mata uang kertas dinegara tersebut akan melemah dan begitu sebaliknya. Akhirnya tinggi dan rendahnya nilai mata uang bisa disebabkan oleh kegiatan impor dan ekspor.

3. Ekonomi Dunia

Ekonomi dunia juga mempengaruhi mata uang kertas setiap negara, Sepertinya halnya perang dagang antara china dan amerika dimana negara negara kecil lainya juga terdampak salah satunya indonesia, Nilai mata uang terhadap mata uang asing lainya juga bisa berubah, Salah satu contoh jika suatu ekonomi pada negara amerika serikat lebih baik maka nilai tukar amerika akan menguat sehingga nilai tukar uang yang berlawanan dengan USD akan melemah. 

4. Kebijakan Bank Central

Kebijakan bank central terkait dengan suku bunga bank, bila suku bunga bank naik maka nilai mata uang kertas akan naik, mengapa ya kalo suku bunga bank naik. Mata uang juga akan ikut naik ? 

Karena bila bank central menaikan acuan suku bunganya, maka banyak orang yang akan menabung dibank atau melakukan deposito, atau investasi lainya, Sehingga peredaran uang di masyarakat akan berkurang. Disinilah nilai mata uang akan menguat, daya beli akan menurun. Ketika daya beli menurun maka harga barang juga akan turun. Kebijakan bank central ini juga harus menyeimbangkan nilai mata uang kertas dari berbagai faktor lainya.

Dari sekian banyak faktor yang mempengaruhi nilai mata uang rupiah, Tidak ada keyakinan bahwa mata uang kertas akan selamanya bernilai ? Memang untuk saat ini mata uang kertas masih bernilai atas dasar tersebut. Tetapi itu tidak akan lama, bila sebab atas nilai mata uang kertas tidak stabil. Lalu siapa yang bisa membuat nilai mata uang kertas akan stabil selamanya ? Manusia mana bisa !! Hanya emas lah yang mempunyai kestabilan tanpa adanya intervensi.

Lalu sebab apa saja yang membuat mata uang kertas di sebuah negara akan tidak bernilai ?, banyak sekali faktor faktornya, dari sekian banyaknya negara yang mengalami ketidak berhargaan nilai uang kertasnya karena sebab sebab seperti dibawah ini :

1. Perang

Bila terjadi perang maka tidak dimungkiri, entah itu dari negaranya sendiri atau dari negara lain. Dampak perang akan mempengaruhi nilai mata uang kertas entah itu dari negara asal atau negara yang telah menjalin kerjasa sama. Parahnya terjadi perang juga akan mengurangi nilai tukar mata uang terhadap mata uang asing lainya. 

Impor senjata, impor berbagai alat senjata dari negara lain membuat mata uang negara tersebut akan berkurang, investor didalam negeri pun juga akan hengkang. Membuat mata uang asal semakin terpuruk.

Maka dari itu perang merupakan hal yang sangat perlu difikirkan hingga sematang matangnya bagi para penguasa negara. Bila perang terjadi membuat seluruh rakyat harus berkorban karena nilai mata uang akan berkurang membuat semua rakyat harus menanggung beban

2. Perdagangan

Perdagangan juga merupakan penyebab jatuhnya mata uang. lalu bagaimana sebuah perdagangan bisa menjatuhkan mata uang suatu negara ? Bila sering melakukan perdagangan dengan cara impor seperti impor bahan makanan, impor bahan bakar, dan masih banyak lagi. Setiap melakukan impor maka nilai mata uang kertas harus ditukarkan ke dalam nilai uang kertas asing, sehingga semakin banyaknya nilai mata uang asing yang digunakan, maka nilai mata uang asing akan menguat dan mata uang sendiri akan melemah, Jadi semakin banyak impor dan tidak diimbangi dengan ekspor maka secara perlahan nilai mata uang akan melemah.

Apasih akibatnya bila mata uang melemah terhadap nilai tukar mata uang asing ? akibatnya adalah negara akan sulit melakukan perdagangan luar negeri, Minyak, bahan mentah makanan, bahan mentah produksi. Bila bahan mentah produksi diimpor dengan nilai tukar mata uang melemah maka secara otomatis bahan jadi akan berharga mahal. Selain itu penguasa melakukan cetakan uang sebesar besarnya. Secara bertahap seluruh barang dinegara tersebut akan menjadi mahal dan disaat itu juga negara akan mengalami hiper inflasi. Dari sinilah titik mata uang kertas akan tidak bernilai. 

Salah satu contohnya adalah negara venezuela. negara ini memang pengekspor minyak paling tinggi, tetapi dilain sisi negara ini hanya menggunakan minyak sebagai pemasukan utama hingga 95%. Lahan pertanian tak dilirik, Hanya impor bahan mentah saja. Sehingga ketika harga minyak dunia turun hancurlah ekonomi negara ini. Seandainya anda yang berada disini dan memiliki uang, uang anda tidak akan ada artinya. dan berfikir kemanakah nilai uang saya, kok sekarang tidak ada harganya ?

3. Ketidak stabilan suatu negara.

Ketidak stabilan suatu negara juga bisa membuat nilai mata uang kertas akan mengalami penurunan, mengapa demikian ? Bila suatu negara mengalami masalah politik, kerusuhan dan lain sebagainya membuat perekonomian negara tersebut juga terganggu. Maka secara otomatis investor asing atau orang lokal yang menanamkan modal dinegara tersebut akan secara cepat ditukarkan ke mata uang asing berbentuk dollar. Akhirnya secara otomatis nilai mata uang tukar juga akan mengalami pelemahan bila semakin lemah maka nilai mata uang itu tidak akan berharga lagi.

4. Banyak Peredaran

Seperti negara venezuela dimana ia mengambil solusi yang salah atas kekacauan ekonominya dengan mencetak uang sebanyak banyaknya, Akhirnya uang beredar lebih tinggi dari pada barang. Maka secara otomatis barang akan menjadi mahal dan terjadilah hiper inflasi. 

Seandainya anda mempunyai uang ratusan juta. Lalu penguasa melakukan cetakan uang sebesar besarnya dimana membuat nilai mata uang tersebut jatuh. Anda kehilangan nilai mata uang sebanyak ratusan juta. Siapa yang bertanggung jawab atas hilangnya nilai mata uang yang anda miliki ?

Solusi agar uang tidak banyak beredar dimasyarakat adalah meningkatkan suku bunga bank, Didirikanlah sebuah bank bank untuk menyimpan uang, dan masih banyak lagi.

5. Ketidak percayaan masyarakat

Seperti krisis yang dialami indonesia ketika masyarakat indonesia tidak percaya dengan bank maka masyarakat akan berbondong bondong mengambil seluruh uangnya di bank, Maka akan berimbas dengan ketidak percayaan masyarakat terhadap uang kertas, maka ramai ramai mereka membeli barang, emas, perhiasan dan masih banyak lagi. Membuat harga barang semakin tinggi, harga emas semakin tinggi. Tukar mata uang juga akan mengalam penurunan.

6. Kebijakan luar negeri

Kebijakan luar negeri ini juga dapat mempengaruhi nilai tukar mata uang. Salah satu bentuk kebijakan luar negeri adalah pemboikotan, sangsi international dan masih banyak lagi. Membuat ketidak percayaan bangsa lain, ketidak percayaan calon investor, serta terancamnya investor dalam negeri dimana hal ini mengakibatkan banyak orang berbondong bondong melarikan uang investasinya ke luar negeri.

Jadi siapa yang bisa menjamin dimasa depan bahwa mata uang kertas disuatu negara bisa menjaga dari faktor penyebab mata uang menjadi tidak bernilai ? Siapa ? Manusia ?. So kebenaranya adalah nilai uang kertas akan musnah, tidak akan bernilai lagi, hanya lah emas yang bisa menjaga nilai dirinya sendiri berbeda dengan uang kertas yang nilainya berada digenggaman faktor luar.

Lalu bagaimana pendapat anda tentang semua ini, Lebih baik uang kertas itu dijadikan sebagai alat transaksi jual beli saja bukan simpanan harta kekayaan. Karena nilai dari uang kertas yang selama ini anda kumpulkan itu tidak ada yang bisa menjaminya. Apakah anda bisa menjaminya ? Pasti jawabnya tidak akan bisa. Tinggi rendahnya nilai mata uang itu disebabkan oleh beberapa faktor diatas.

Jadi, masih yakinkah anda kalo mata uang kertas bisa membuat mu tetap kaya ?

Muhammad Miftahul Ulum

MuhammadMiftahulUlum.com merupakan blog informasi didirikan mulai tahun 2014 blog ini berbagi tentang informasi dari pengalaman, tips dan trik, komentar dari sisi penulis. Saya adalah seorang yang selalu ingin belajar tentang banyak hal dan membagikan apapun tentang banyak hal.

Diberdayakan oleh Blogger.