Promo Besar Besaran GoJek Dan OVO, Apa Strateginya ?

Promo Besar Besaran GoJek Dan OVO, Apa Strateginya ? - Akhir akhir ini kita sering melihat bahwa banyak di berbagai merchant setiap kita berjalan di mall, atau terdapat informasi promo untuk belanja online, Go Food atau Grab Foof. Lalu mengapa sih mereka mau melakukan hal gila ini, Apakah mereka bakalan untung, apakah mereka bakalan bangkrut kalo terus terusin begini. Lalu apa sih maunya mereka dari kita ? Padahal itukan buang buang uang saja. Kita yang menikmati promo tersebut dan perusahaan tidak mendapatkan laba sama sekali.

Nah saat ini kita akan membahas tentang strategi dari promo gila ini. Dimana perusahaan yang telah disuntik besar besaran oleh berbagai investor demi mendapatkan laba yang lebih besar. Strategi ini merupakan sebuah pembiasaan dari masyarakat. Untuk mendapatkan promo diharuskan memenuhi semua syarat yang telah dijelaskan. Syarat syarat tersebut membuat masyarakat selalu menggunakan produknya hingga menjadi terbiasa.

Produk produk Gopay, Dana, OVO, Link dan lain lain, merupakan sebuah produk untuk mempermudah seseorang dalam melakukan transaksi jual beli atau belanja, mulai transaksi yang  bekerja sama dengan Toko besar, kecil, swalayan, merchant hingga pedagang kaki lima. Mengapa harus ada mereka ?

Karena bank sangat sulit untuk masuk kedalam pedagan dan toko kecil. Karena pedagang terkadang dengan cara berkeliling dan tidak bisa memiliki EDC seperti di swalayan atau ditoko2 besar. Memiliki EDC juga hal yang tidak semerta merta akan diberikan oleh bank. Hal ini lah mobile E-wallet masuk ke pasar pasar kecil hingga menengah maupun ke besar. Lalu bagaimana kiat agar pedagang menggunakan produknya dalam melakukan transaksi pembayaran, dan juga konsumen menggunakan produk yang sama. Salah satunya itu ya promo, promo tersebut yang memaksa dengan senang hati untuk memakai produk pembayaran.

Dengan promo ini, bukan pedagang yang melakukan promo, tetapi mobile e-wallet, sehingga pedagang bisa mendapatkan banyak pelanggan tanpa harus mengeluarkan biaya promo, dan konsumen mendapatkan cashback atau diskon dari transaksi, Dari cashback tersebut pula akan dipakai untuk melakukan transaksi kembali. Sehingga, apa ?

Membuat masyarakat semakin terbiasa dengan menggunakan promo, mobile E-wallet serta kemudahan kemudahan yang diberikan, mulai dari promo isi pulsa, promo transfer bank gratis bahkan lebih murah ( Rp 3.500 / transfer ), promo top up gratis, promo merchant online ataupun offline ( Burger King, MCD, KFC dan lain-nya). Kebiasaan ini membuat transaksi mobile e-wallet sangat besar, hingga Rp 87 Triliun / tahun-nya untuk Gopay. OVO melayani 1 milyar transaksi pada tahun 2018. 

Setelah masyarakat terbiasa dengan produk produk mereka, maka sediki demi sedikit mulailah masyarakat  membutuhkan E-wallet dalam melakukan pembayaran karena dimudahkanya tanpa harus membawa banyak uang didompet. Lalu mulailah E-wallet  menerapkan kebijakan untuk mengurangi sedikit demi sedikit promo tersebut. apa saja ? baik kita mulai apa itu...


Gopay dulu gratis topup, sekarang membayar Rp 1000 / topup, Bila dalam 1 hari ada 100.000 orang yang top up maka gopay sudah mengantongi 100 juta / hari.
OVO dulu gratis topup, nanti pada pertengahan november, Akan ada biaya untuk Rp 1000 / topup.
Gopay sudah melakukan kebijakan untuk transfer ke rekening pribadi terkena fee Rp 3.500 / Transfer.
E-Wallet Dana masih menggratiskan biaya topup dan biaya transfer antar bank, tetapi tidak menuntut kemungkinan pasti dana akan memberikan biaya juga.

Masih banyak lagi promo promo yang sedikit dikurangi, Ya karena kalo diteruskan bisa bisa bangkrut haha.. Salah satunya adalah Grab Food dulu promonya adalah 50% berkurang menjadi 40%,

Jadi gimana ya, Saya sendiri juga sering memakai promo dari berbagai e-wallet, bila ada promo ovo maka aku langsung top up dari mobile mandiri, untuk mendapatkan cashback, dan saya akan melakukan topup gopay lewat OYO agar gratis topup, untuk mendapatkan cashback dari gopay.

Nah.. mau tidak mau sebagai masyarakat millenial sudah pasti mempunyai salah satu atau banyak aplikasi E-Wallet dismartphone mereka. Ditambah lagi harus melakukan pembayaran lewat Link Aja bila melakukan pembelian tiket kereta api, dan harus melakukan pembayaran lewat Dana bila melakukan pembelian tiket bioskop di TIX ID. Gara gara keseringan promo akhirnya saya pribadi pasti melakukan topup untuk mengisi E-wallet. hufft...

Kebiasaan -> terbiasa -> kebutuhan, Hal ini lah yang dinginkan oleh pihak E-wallet, ketikan telah menjadi kebutuhan maka secara otomati mau tidak mau pasti akan melakukan topup dan transaksi melakukan pembayaran menggunakan E-Wallet.
Muhammad Miftahul Ulum

MuhammadMiftahulUlum.com merupakan blog informasi didirikan mulai tahun 2014 blog ini berbagi tentang informasi dari pengalaman, tips dan trik, komentar dari sisi penulis. Saya adalah seorang yang selalu ingin belajar tentang banyak hal dan membagikan apapun tentang banyak hal.

Diberdayakan oleh Blogger.