Ayam tidak mengetahui jika dia ayam

ayam tidak mengetahui jika dia ayam - Wajar ayam tidak mengetahui jika dia ayam kerena ia tidak mempunyai fikiran seperti halnya kita. Hewan tidak diberi akal fikiranya halnya dengan kita yang diberikan sesuatu anugrah begitu besar. Maka hewan adalah salah satu hal yang seharusnya dicontoh kebaikanya apabila melakukanya, dan dijauhi kejelekanya bila melakukan hal sesuatu. Kabaikanya yang kita contoh alasanya adalah mereka hewan yang tidak mempunyai akan fikiran bisa berbuat sesuatu yang baik, dan alasan kita menjauhi kejelekanya dikarenakan mereka hewan yang kita wajari.


maka disini penulis memberikan judul "ayam tidak mengetahui jika dia ayam" oke karena dia hewan, Lalu bagaimana dengan manusia itu sendiri yang tidak mengetahui diri sendiri. Apakah ada manusia seperti itu ?. Banyak sekali manusia manusia seperti itu. Padahal manusia diberikan akal untuk berfikir. Lalu kenapa manusia yang mempunyai akal tetapi tetap saja menjadi ayam ?

Penulis akan jelaskan kenapa manusia bisa menjadi ayam, yang tidak mengetahui akan dirinya sendiri.

pertama, manusia yang tidak mengetahui tentang dirinya sendiri contohnya kelemahan, kelebihan, kekuatanya, kesukaanya dan lain sebagainya.

Kedua, manusia yang tidak mengetahui akan kewajiban dan hak.

ini adalah salah satu sebab mengapa manusia seperti ayam yang tidak menahu tentang dirinya sendiri. padahal ini sangat penting untuk mendorong kualitas diri.

Lalu ini adalah salah satu alasan, kenapa manusia juga tidak mengetahui akan dirinya sendiri. 
pertama, manusia tidak menggunakan rencana masa depannya, pokoknya mengalir seperti air.
kedua, manusia tidak mengetahui apa yang harus ia lakukan.
ketiga, manusia tidak mempunyai kemauan untuk memperbaiki diri.
keempat, Manusia tidak ingin mencoba keluar dari zona nyaman.

mengapa ini alasan yang penulis tunjukan ?
Jelas, ini adalah alasan alasan yang merujuk akan kemampuan untuk mengenali diri sendiri. secara tidak langsung hal hal ini bisa membuka pandangan terhadap diri sendiri dari kekurangan, kelebihan dan lain sebagainya.

Kesimpulan dari penulis :
Manusia mempunyai akal fikiran itu adalah anugrah terbesar yang diberikan oleh tuhan. Tanpa menggunakan akal fikiran manusia mau menjadi seperti apa ?. Cari tahu akan diri sendiri untuk mendorong kualitas diri, keyakinan diri, kepercayaan diri. Jangan menjadi ayam yang hanya hidup dan cari makan saja tanpa menyadari pentingnya sebuah anugrah yang diberikan. Karena ini adalah anugrah terbesar yang diberikan maka gunakanlah secara bijak dan maksimal.

Penulis : muhammad miftahul ulum
Publis : 7.45 pm 11-23-2014


Tidak ada komentar:

Silahkan berkomentar sesuai dengan pembahasan konten diatas !!
Komentar tidak boleh mengandung unsur :
- Sara (penghinaan / pelecehan).
- Spamming (comment spam).
Gunakan kesopanan dalam berkomentar !!

Terima kasih atas Masukan, kritikan, saran atau pendapat dari pembaca.
Penulis akan berusaha menyetujui dan membalas secepatnya ^_^.

Diberdayakan oleh Blogger.
close